Minggu, 15 April 2012

Resensi Novel Twilight






Judul buku : Twilight
Nama pengarang : Stephennie Meyer
Tahun terbit : Oktober 5, 2005
Nama penerbit : Little, Brown
Tempat terbit : United States
Tebal Buku : 518 halaman 
Harga Buku : Rp. 65.000,-
 

Novel karya Stephennie Meyer ini ditulis dalam sudut pandang tokoh utama, yakni Isabella Swan. Meski termasuk novel imajinasi, tetapi Stephennie Meyer mampu menyuguhkan karyanya dengan gaya bahasa yang mudah dipahami sehingga novel ini bisa menjadi bacaan menarik bagi pembacanya.

***

Isabella Swan adalah putri dari pasangan Renee dan Charlie Swan yang bercerai pada saat usia Bella masih beberapa bulan. Renee membawa Bella ke Phoenix, sementara Charlie yang bekerja sebagai Kepala Polisi tetap tinggal di Forks, sebuah kota kecil di Semenanjung Olimpyc di barat laut Washington yang selalu tertutup awan. Bella tinggal bersama ibunya sampai usianya 17 tahun.

Pernikahan ibunya dengan Phil membuat Bella memutuskan untuk pindah ke Forks dan memulai hidup yang lebih berkualitas dengan Charlie (meskipun Bella sendiri sangat benci dengan kota Forks yang selalu hujan). Di sana Bella mendaftar ke sebuah SMA dan bertemu dengan Edward Cullen untuk pertama kalinya. Dengan kulit bak porselen, sepasang mata keemasan dan suara yang merdu memikat, Edward sungguh sosok yang teramat sangat menarik yang membuat Bella terpikat. Hanya saja Edward tidak memberikan respon yang sama.  Bahkan sikap Edward nyaris kasar saat pertama kali ia bertemu Bella di kelas Biologi.Edward juga sempat meninggalkan sekolah selama berhari-hari untuk menghindari Bella.

Saat kembali kesekolah, Edward mulai mengajak Bella berbicara dan berusaha untuk memperlakukan Bella seperti ia memperlakukan orang lain. Tapi tetap saja, Edward masih misterius bagi Bella.

Sebuah kecelakaan mobil yang nyaris menimpa Bella membuat Edward berubah sikap dan sadar bahwa ia tidak bisa mengabaikan Bella lebih lama lagi. Ia pun mulai membuka diri terhadap Bella. Meski begitu, Edward tetap menyisakan sedikit jarak antara dirinya dengan Bella. Edward memperingatkan bahwa akan lebih bijaksana bagi Bella jika ia menjauh dari Edward selagi ia bisa, karena menurut Edward, belum tentu dirinya adalah orang baik seperti yang diharapkan Bella selama ini.

   "Bagaimana kalau aku bukan superhero? Bagaimana kalau aku orang jahat? (hlm. 104)

Namun Bella tidak mempedulikan peringatan Edward. Menurutnya, jika menyelamatkan nyawa seseorang adalah tindakan spontan dari Edward, bagaimana mungkin ia menyebut Edward orang jahat? Selain itu, ada maksud tersembunyi dibalik ucapan Edward yang tidak bisa ditangkap Bella. Dan karena tidak mendapat jawaban yang jelas dari Edward, Bella berspekulasi dan berjanji dalam hati untuk mencari tahu.

Ditengah kebingungannya tentang siapa Edward sebenarnya, Bella menerima ajakan Mike Newton, teman sebangkunya di pelajaran Bahasa Inggris untuk ikut ke ke pantai First Beach, La Push yang terletak di reservasi suku Quileute. Bella juga mengundang Edward untuk ikut bersama mereka, tapi Edward menolak.

Di pantai First Beach, Bella bertemu dengan Jacob Black (putra dari sahabat Charlie, Billy Black) dan secara tidak sengaja menyadari fakta bahwa keluarga Cullen dilarang datang ke reservasi. Hal ini ternyata ada kaitannya dengan legenda suku Quileute yang diceritakan Jacob tentang makhluk dingin (vampir). Menurut legenda tersebut keluarga Cullen termasuk dalam kelompok itu. Hanya saja cara hidup mereka jauh lebih beradab dibanding yang lainnya, karena mereka hanya mengkonsumsi darah binatang.

Awalnya Bella meragukan cerita Jacob. Tetapi kemudian muncul fakta-fakta kecil yang mendukung cerita tersebut. Fakta bahwa Edward memiliki kecepatan dan kekuatan yang mustahil, perubahan warna mata dari hitam menjadi keemasan dan menjadi hitam lagi, ketampanan yang tidak manusiawi, kulit yang keras dan dingin, dan betapa Edward dan keluarganya tidak pernah tampak makan. Menilik fakta-fakta tersebut, Bella akhirnya yakin bahwa Edward dan keluarganya memang 'sesuatu'. Sesuatu diluar pembenaran rasional. Entah itu teori superheronya sendiri atau makhluk dingin versi Jacob. Yang jelas, Bella sadar Edward bukan manusia. Ia lebih dari itu.

Meski begitu, Bella memutuskan untuk tidak peduli pada latar belakang Edward. Bella menolak untuk menjauh dari Edward. Bahkan setelah mendengar pengakuan Edward (saat mereka dalam perjalanan pulang dari Port Angeles), Bella tetap tidak mampu pergi meninggalkan Edward, meskipun Edward sudah mengatakan bahwa dirinya lebih berbahaya bagi Bella dibanding bagi orang lain. Bella terlanjur mencintai Edward. Hal tersebut di ungkapkan sebagai berikut

"Ada tiga hal yang aku yakini kebenarannya. Pertama, Edward adalah vampir. Kedua, ada sebagian dari diri Edward - dan aku tidak tahu seberapa besar bagian bagian itu - yang haus akan darahku. Ketiga, aku mencintainya. Dan cintaku padanya teramat dalam dan tanpa syarat"

Persaan Edward juga sama seperti Bella. Baginya, Bella-lah hal yang terpenting dalam hidupnya. Bahkan Edward mencintai Bella lebih daripada ia mencintai dirinya sendiri. Hanya saja Bella tidak menyadari bahaya yang menantinya ketika hubungannya dengan Edward semaikn dekat. 

Bahaya tersebut datang dari James, Laurent dan Victoria, vampir nomaden yang melintas di kawasan hutan Forks. Mereka bertemu dengan keluarga Cullen yang sedang bermain bisbol. Mereka tertarik untuk bermain. Tetapi ketertarikan itu berubah menjadi nafsu memangsa ketika melihat dan mencium bau darah Bella. Carlisle menahan mereka dengan mengatakan bahwa Bella bersama mereka bukan sebagai makanan (atau sebagai sneak seperti yang dikatakan Laurent). Mereka heran dan terkejut melihat betapa dekat hubungan antara Bella keluarga Cullen. Terlebih lagi saat James menunjukkan sikap agresif terhadap Bella, keluarga Cullen otomatis menunjukkan sikap protektif dan defensif di hadapannya.

James, yang merasa tertantang dengan sikap keluarga Cullen kemudian memutuskan untuk memburu Bella. Baginya, ketika sekelompok elemen yang kuat dan tangguh berkumpul untuk melindungi satu elemen yang lemah, itu akan menjadi permainan yang paling disukainya.

Sementara Edward mencari cara untuk melarikan diri bersama Bella, Alice dan Emmet memberi usulan untuk tinggal dan bertarung melawan James. Tapi Edward tidak mau mendengarkan, ia tidak mau mengambil resiko dengan membiarkan James berada dalam radius 100 mil didekat Bella. Keputusan yang tegas justru datang dari Bella sendiri. Bella akan pergi bersama Alice dan Jasper, sementara Edward dan keluarganya yang lain akan tinggal untuk mengecoh perburuan James danVictoria, serta menjaga Charlie. Laurent tidak bersama mereka lagi. Ia lebih memilih untuk mendatangi keluarga Tanya di Denali (keluarga vampir yang juga memutuskan untuk tidak memburu manusia) daripada harus bertarung dengan keuarga Cullen. Sebelum pergi, Laurent memperingatkan untuk berhati-hati saat menghadapi James. Sebab menurutnya, James adalah vampir terkuat yang pernah ditemuinya selama 300 tahun kehidupannya.

Selagi Alice dan Jasper membawa Bella ke Phoenix untuk bersembunyi, Edward, Emmet dan Carlisle berlari ke arah sebaliknya untuk mengecoh James. Sedangkan Rosalie dan Esme tinggal di Forks untuk menjaga ayah Bella dari Victoria.

 Sayangnya rencana mereka gagal. James menyadari bahwa Bella tidak bersama Edward. James juga menyadari bahwa tindakan Edward bukan sekedar pengecohan untuk melindungi Bella, melainkan perburuan atas dirinya sendiri. Dialah yang akan diburu oleh keluarga Cullen. Akhirnya James mengubah rencana. Ia menjaga jarak sejauh mungkin agar Edward tidak dapat mendengar pikirannya, lalu berlari kembali ke Forks untuk mencari informasi tentang Bella.

Di tempat lain, tepatnya di sebuah kamar hotel, Alice (yang punya indera keenam) mendapat penglihatan bahwa James kabur dari Edward. Saat  Alice ingin menghubungi Edward, Edward sudah lebih dulu menelepon dan mengatakan akan menyusul Bella ke Phoenix.

Tapi ternyata James sampai lebih dulu. James menjebak Bella dengan mengatakan bahwa ia menyandera ibunya, dan menyuruh Bella untuk datang ke studio balet yang ada didekat rumahnya. Bella pun menyanggupi dan menulis surat perpisahan untuk Edward.

Bella pun mendatangi tempat yang disebutkan James. Disana James sudah menyiapkan handycam untuk merekam aksi penyiksaan yang dilakukannya terhadap Bella. Sayangnya, niatnya itu tidak berjalan lancar karena darah Bella sudah keburu menetes dimana-mana. 

Saat Edward datang untuk menyelamatkan Bella, James sudah menggigit pergelangan tangan Bella yang menyebabkan racun vampir menyebar dalam tubuhnya dan membuat Bella serasa terbakar. Edward mengisap racun itu kembali dan membawa Bella ke rumah sakit. 

Usai masa pemulihan, Bella kembali ke Forks dan kembali masuk sekolah. Ternyata Edward sudah menyiapkan kejutan untuk Bella. Edward mengajak Bella ke pesta prom, padahal ia tahu Bella tidak bisa berdansa. Edward beralasan ia tidak ingin Bella kehilangan satu pun moment-moment penting dalam hidupnya sebagai manusia. Tetapi Bella tidak peduli dengan hal itu. Bella mengatakan bahwa ia hanya menginginkan Edward dan ingin hidup selamanya bersama Edward, meski ia harus menjadi vampir.

"
Ini adalah kisah cinta terlarang. Dan seperti cinta terlarang lainnya, cinta ini tak mengenal jalan kembali, selain menjadi hidup dan sekaligus mati pada saat yang sama."
***

Stephennie Meyer mampu membawa pembacanya terbawa oleh perasaan Bella. Dan menurutku buku ini sangat menarik untuk dibaca di waktu luang. Biar pun bukunya agak tebal siih. (tapi aku suka kok buku-buku yang tebal Monkey Icons Cicihehehe ). 
Yah, semoga resensi ini bisa bermanfaat bagi pembaca. Sampai jumpa di postingan berikutnya... Monkey Icon
  

Arigatou ...... v^_^v

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar